Senin, 28 November 2011

kepemimpinan dalam organisasi


Kepemimpinan dalam organisasi

Pengertian kepemimpinan dalam organisasi adalah, yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Mempunyai visi dan misi yang jelas di dalam kemajuan organisasi, bisa memanage dan fokus di dalam mengemban dan mengembangkan organisasinya.

Tipe - tipe dalam kepemimpinan, yaitu :
Tipe Otokratik
Tipe Paternalistik
Tipe Kharismatik
Tipe Laissez Faire
Tipe Demokratik

Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi , juga ada yang mengatakan teori-teori yang dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin.

Diantaranya adalah:
1. Teori Genetic
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial
Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial.

Dari teori di atas dapat di simpulkan apa pengertian dari kepemimpinan :
Kepemimpinan adalah kegiatan berupa kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain dalam keadaan untuk berkerja sama agar mencapai tujuan yang telah di terapkan.

Tipe-tipe kepemimpinan

Tipe-tipe kepemimpinan yang wajib anda tahu adapun tipe - tipe kepemimpinan itu antara lain : Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :

Tipe - tipe kepemimpinan

Tipe Otokratik
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
  1. Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka.
  2. Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
  3. Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
 Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
  1. Menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya.
  2. Dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya.
  3. Bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi.
  4. Menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.
Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Teori kepemimpinan 

A.                 Teori Timbulnya Kepemimpinan

Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :
1. Teori Keturunan (Heriditary Theory)
2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory)
3. Teori Lingkungan (Ecological Theory)
Masing – masing teori dapat dikemukakan secara singkat :

1. Teori Keturunan
Inti daripada teori ini, ialah :
a. Leaders are born not made.
b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan.
c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.

2. Teori Kejiwaan.
a. Leaders are made and not born.
b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.
c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis
a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.
b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.
c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social.
d. Teori yang mendekati kebenaran.


B. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Sifat

Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

• Machiavelli
Ia terkenal tentang nasehatnya mengenai kebijaksanaan yang harus dimiliki oleh seorang Perdana Mentri, yaitu antara lain harus mempunyai keahlian dalam :
a. Upacara – upacara ritual, kebaktian keagamaan
b. Peratuaran dan perundang – undangan
c. Pemindahan dan pengangkutan
d. Pemberian honorium/pembayaran dan kepangkatan
e. Upacara – upacara dan adat kebiasaan.
f. Pemindahan pegawai untuk menhindarkan kegagalan
g. Bertani dan pekerjaan lainnya.

• Empuh Prapanca dengan bukunya yang terkenal Negara Kertagama menyebut 15 sifat yang baik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu:
a. Wijana, sikap bijaksana
b. Mantri wira, sebagai pembela negara sejati
c. Wicaksaning naya, bijaksana dalam arti melihat masa lalu, kemampuan analisa, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
d. Matanggwan, mendapat kepercayaan yang tinggi dari yang dipimpinnya.
e. Satya bakti haprabu, setia dan bakati kepada atasan (loyalitas).
f. Wakjana, pandai berpidato dan berdiplomasi.
g. Sajjawopasama, tidak sombong, rendah hati, manusiawi.
h. Dhirrottsaha, bersifat rajin sungguh- sungguh kreatif dan penuh inisiatif.
i. Tan-lalana, bersifat gembira, periang.
j. Disyacitra, Jujur terbuka.
k. Tancatrisan, tidak egoistis.
l. Masihi Samastha Bhuwana, bersifat penyayang, cinta alam.
m. Ginong Pratidina, tekun menegakkan kebenaran.
n. Sumantri, sebagai abdi negara yang baik.
o. Ansyaken musuh, mampuh memusnakan setiap lawan.

• Ajaran Hasta Brata.
Hasta Bhrata (delapan pedoman pilihan) yang terdapat dalam kitab Ramayana berisi sifat - sifat positif sebagai pedoman bagi setiap pemimpin adalah :
a. Sifat matahari (surya) Yaitu:
- Menerangi dunia dan memberi kehidupan pada semua mahluk.
- Menjadi penerang selurah rakyat.
- Jujur dan rajin bekerja sehingga negara aman dan sentosa.
b. Sifat bulan (candra) yaitu:
- Memberi penerangan terhadap rakyat yang sedang dalam kegelapan (kesulitan)
- Menerangkan perasaan dan melindungi rakyat sehingga terasa tentram untuk menjalankan tugas masing- masing.
c. Sifat Bintang (kartika) yaitu:
- Menjadi pusat pandangan sumber susila dan budaya, dan menjadi suri tauladan
d. Sifat Awan yaitu :
- Dapat menciptakan kewibawaan
- Tindakan mendorong agar rakyat tetap taat.
e. Sifat Bumi yaitu:
- Ucapanya sederhana.
- Teguh, dan kokoh pendiriannya.
f. Sifat Samudera,yaitu:
- mempunyai pandangan yang luas
- membuat rakyat seia sekata.
g. Sifat Api (Agni) yaitu:
- Menghukum siapa saja yang bersalah tanpa pandang bulu.
h. Sifat Angin (Bayu) yaitu :
- terbuka dan tidak ragu – ragu terhadap semua masalah.
- Bersikap adil terhadap siapa pun.

• The Traits and abilities Theory yang dikemukakan oleh stogdill dengan menekan pada kwalitas individu dan terdapat relevansi yang erat antara sifat dan kepemimpinan (capacity, status, participation, responsibility,achievement).


C. Teori Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku

Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.

Ada beberapa tipe kepemimpinan.
1. Tipe Otoriter
Tipe ini mempunyai sifat-sifat:
a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin
b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin
c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin .
d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .
e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .

2. Tipe Demokratis
a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah .
b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.
c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .
d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta .
e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa .
f. Mengutamakan kerjasama .

3. Tipe Semuanya
a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .
b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .
c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin .
d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .
Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:

4. Tipe Militeristis
a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .
b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan .
c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .
d. Sukar menerima kritik .
e. Menggemari berbagai upacara .

5. Tipe Paternalistik
a. Bersikap melindungi bawahan .
b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .
c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif .
d. Bersikap maha tahu .

6. Tipe Karismatis
a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .
b. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .

Disamping teori yang telah dikemukakan diatas, ada teori lain yang Dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”.
Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Ketiga pola dasar tersebut :
1. Berorientasi tugas (task orientation).
2. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).
3. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation).

Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah:
1.
Deserter
2. Bureaucrat
3. Missionary
4. Developer
5. Autocrat
6. Benevolent autocrat
7. Compromiser
8. Executive

Sumber :

Minggu, 27 November 2011

Tugas 5


From Galau to Wesdom (Catatan Kecil dari Mario Teguh)

 

Tidak ada orang yang tidak gelisah, berapapun usianya. Dan orang yang Galau lah yang cepat mencapai kebjiakan. Beda galau orang muda dan tua, kalau yang muda menunjukkan kegelisahannya sementara yang tua berusaha menyembunyikannya.
Galau adalah perasaan tidak damainya seseorang karena belum memiliki kejelasan, sedangkan kebijakan adalah kesederhanaan yang membaikkan diri, sesama dan alam. Karena tugas kekalifahan kita adalah melakukan kebaikan dan tidak melakukan yang buruk kepada sesama dan alam.
Bagaimana menjaga agar semangat saya tidak padam dan apabila terjatuh dapat kembali  bangkit? Kita tidak pernah merasa stabil, sehari - hari akan naik turun, banyak orang menunggu datangnya perasaan puncak baru dia bekerja, pada waktu berada dalam perasaan  terendah dia merasa mengasihani diri, sehingga dia merasa sebagai pribadi korban. Pribadi Golden Ways berlaku baik pada setiap perasaan apapun, kita tidak memilih perasaan yang akan menguasai hati, tetapi kita bisa memilih tindakan yang akan kita lakukan dalam perasaan itu.
Galau datang pada malam hari, bagaimana menghadapinya? Galau ini adalah rasa, rasa ini karena tidak jelas. Hasil ketidakjelasan ini adalah khawatir, khawatir seperti tanaman tumbuh jika tidak di potong. Banyak orang menunda sehingga kekhawatiran semakin besar dan semakin tidak mampu. Akhirnya khawatir menjadi takut, orang yang takut, badannya dan hatinya beku, semakin tidak ada tindakan. Sementara Tuhan mengatakan berupayalah  kalau kita mau diubahkan nasibnya. Dan upaya yang paling dihormati oleh Tuhan adalah TINDAKAN. Jadi biasanya orang galau adalah orang yang suka menunda, jadi obatnya adalah segera menyegerakan tindakan.
Galau, ada kaitanyakah dengan masa depan? Kita memiliki bakat yang hebat untuk menduga masalah yang didepan lebih hebat dari kemampuan kita. Contohnya ; biaya hidup ini 5 juta per bulan sementara penghasilan kita 4 juta, inilah yang menyebabkan galau. Anjurannya adalah bersegeralah lakukan tindakan, karena dalam tindakan kita belajar hal - hal yang tadinya kita tidak kita ketahui. Orang yang tidak tahu tetapi memilih iklas bertindak, dibuat tahu saat melakukan,   akan lebih kenal banyak orang dan tahu banyak cara.  Intinya adalah bersegeralah melakukan hal - hal yang kita khawatirkan.
Bagaimana menjadi pribadi yang bijaksana dan parameternya bijaksana apa? Jika kita pikirkan sesuatu lalu kita berubah, tandanya berhasil berubah adalah jika orang disekitar kita tertawa terbahak - bahak. Contoh ;  biasanya jalannya culun sekarang gagah, sekarang tegap pasti ditertawakan orang (ini berhasil).  Perubahan besar itu dikenali orang, banyak orang berubah tanpa penasaran  orang sekitar kita tahu kita berubah.
(Poling audiens di studio) Bila kita diperlakukan tidak ramah dan tidak adil oleh orang lain, Apakah yang kita lakukan untuk memperbaiki keadaan?
A.      mencari pergaulan yang lebih baik (68 %)
B.      Memberikan keuntungan kepada mereka (27%)
C.      Membangun kekuatan untuk membalas (5 %)
Untuk menjadi pribadi yang menonjol adalah berfikir tidak sama dengan kebanyakan orang lain. Cara - cara menjadi orang biasa adalah dengan menggunakan cara umum, 70 % mengatakan memilih pergaulan yang baik, dan yang 5 % adalah membangun kekuatan untuk membalas. Dan ini yang paling baik, yang di ajarkan Tuhan adalah membalas keburukan dengan kebaikan. Orang yang disepelekan harus membangun kemampuan yang hebat untuk membalas, hanya saja kita orang baik, maka yang kita balas adalah dengan perbuatan yang baik.
Belajarlah bicara tanpa khawatir tanpa disetujui  atau tidak, bicaralah dengan sikap kalau salah itu memang saya sekarang yang sedang belajar untuk menjadi benar, dan kalau benar jangan sombong karena itu kebetulan benar. Jadilah orang yang jika salah mengatakan maaf saya pribadi yang masih muda dan sedang belajar dan kalau benar jangan sombong. Ini yang menyebabkan, bukan pergaulannya yang dipilih tapi kita dipilih oleh pergaulan - pergaulan baik.
“Jangan memberi hadiah untuk orang senang, berikan kebaikan, karena kebaikan merupakan hadiah yang terbaik “
Kadang kadang kita sudah berusaha berbuat baik tetapi tetap saja ada galau ? Tuhan menjanjikan tempat - tempat yang naik bagi kita. Berarti jika bisa kita gambarkan sebagai tangga, Tuhan itu adli untuk orang kecil masalahnya kecil, galaunya kecil, khawatirnya kecil, senangnya kecil. Kepantasannya disesuaikan oleh Tuhan.  Pertanyaannya yang membuat kita galau itu besar atau kecil? Kalau kecil jangan lama - lama di galaui, itu urusan yang harus kita tinggal. Waktu kita naik keatas, masalah kita juga akan naik. Pertumbuhan itu harus alamiah, tetapi karena kita ingin berhasil sesegera mungkin kita harus mengakselerasikan diri, dengan segera memantabkan diri. Jadi kalau merasa galau itu baik, sebab merupakan tanda atau peringatan untuk naik kelas.
Sebetulnya, apa yang akan kita coba jika tidak akan gagal? Bahkan jika diberikan jaminan pun dari Tuhan berhasil pun kita tidak tahu apa yang akan dilakukan. Jika hal ini yang terjadi, jadilah pemimpin dunia, pemimpin kemanusiaan, pro orang miskin, pro kebaikan. Kan di jamin tidak gagal, jadi minta yang besar kepada Tuhan, supaya Tuhan berkepentingan bagi keberhasilan kita.
Karakter seperti apa untuk berhasil? Sword smith, adalah pande besi yang membuat pedang dan salah satu bahan untuk membuat pedang adalah baja. Dan ini penting, sebab kalau bukan baja maka hasilnya tidak maksimal. Pande besi yang pandai mengambil baja yang keras dan sulit dibentuk, tetapi ketika menjadi pedang akan sangat baik dan bagus (itu di analogikan ke manusia), tetapi pande besi juga memiliki batasan waktu, jika terlalu keras baja sulit dibentuk maka baja tersebut akan dibuang. Orang tua bisa kecil hati terhadap anak - anak yang terlalu keras. Maka sambutlah dengan gembira kegalauan hati kita dan sulitnya kita berubah, karena itu tanda kita terbuat dari bahan yang hebat, tapi jangan juga mempersulit kehidupan.
Jalan menuju wisdom ? jika kita ingin mengetahu masa lalu, kenalilah keadaan yang disebabkanya bagimu hari ini. Jika engkau ingin mengetahui masa depanmu perhatikannlah apa yang kamu lakukan hari ini. Jika kita mengerjakan apa yang sama dengan yang kita dikerjakan masa lalu, maka masa depanmu sama dengan hari ini.  Apabila kita galau dan mengeluh hari ini maka masa depanmu pastilah akan galau dan mengeluh. Maka pasti atau tidak pasti,  yakin atau tidak yakin kita mengenai yang kita kerjakan pastilah kita mengerjakan dengan sebaik - baiknya, maka kita adalah pembentuk masa depan kita. Jalan menuju masa depan yang bijak adalah melakukan dengan sebaik - baiknya yang harus kita lakukan, artinya terbebas dari pamrih. Karena pamrih yang diijinkan hanya  kepada Tuhan, Pamrih ingin melakukan kebaikan ini hanya dengan nama Tuhan karena Tuhan dan untuk Tuhan.
Bagaimana kita bebas dari kegalauan orang lain?  Thermometer digunakan untuk mengukur suhu. Orang ada yang digunakan sebagai pengukur, orang marah, ikut marah, orang sedih ikut sedih. Jangan menjadi kebahagiannya ditentukan orang lain. Jangan gunakan pendapat orang lain yang tidak baik untuk menentukan kebahagiaan kita.  “Saya cukup untuk diriku, karna bila aku bersama Tuhan sama dengan  Cukup. Saya + Tuhan = Cukup”.  Kalau yang kita pikirkan baik, yang kita katakan baik, yang kita lakukan baik maka tidak mungkin salah.
Mari jadikan kegalauan kita  urusan pribadi kita dan simpan dengan baik dalam hati, gunakan sebagai tenaga untuk mempercepat keberhasilan kita yang sudah rindu untuk berhasil semuda mungkin dan tampilah dengan sebaik - baiknya wajah, seindah indahnya suara, semulia - mulianya doa bagi kebaikan sesama, menjadi pribadi yang damai bagi kedamaian hati orang lain dan perhatikan apa yang terjadi……
 

Rabu, 23 November 2011

macam tipe dan bentuk organisasi

1.      sebutkan ada berapa macam tipe dan bentuk organisasi?
2.      buatlah struktur dan bagan organisasi

Jawab :
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

Ciri-ciri organisasi social
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Tipe-tipe organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal

Organisasi formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
  • Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
  • Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

Organisasi berdasarkan sasaran pokok mereka

Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
  1. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
  2. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
  3. Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
  4. Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
  5. Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
  6. Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
  7. Organisasi-organisasi politik
 Bentuk Organisasi
 Dalan berorganisasi tentu mempunyai bentuk bentuk organisasi.
1. Bentuk organisasi staff.
2. Bentuk organisasi lini.
3.Bentuk organisasi fungsional.
4. Bentuk organisasi fungsional dan lini.
5. Bentuk organisasi fungsional dan staff.
6. Bentuk organisasi lini dan staff

Struktur organisasi 


Sumber :