Minggu, 19 Januari 2014

Arsitektur dari Sistem Client pada Jaringan


Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user. Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN (Local Area Network) di pertengahan tahun 1980 an. Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database. LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server.

Arsitektur Jaringan Client Server merupakan model konetivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer sebagai client dan server. arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai server. server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya yang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagai pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi).

pada model arsitektur ini, client tidak dapat berfungsi sebagai server, tetapi server dapat berfungsi menjadi client (server non-dedicated). prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana server akan menunggu permintaan dari client, memproses dan memberikan hasil kepada client, sedangkan client akan mengirimkan permintaan ke server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.

Arsitektur Client Server - Sistem Client Server ini tidak hanya diperuntukan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas. Sistem ini menggunakan protokol utama Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), sedangkan sistem operasi yang digunakan antara lain Unix, Linux dan Windows NT.

Client /Server (Two Tier)
Two Tier Client Server - Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada  client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak jauh, aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.

Model Two Tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta service) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
  • User Interface (Client) adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
  • Manajemen Proses (Jaringan).
  • Database (Server) model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Kelebihan dari model client/server :

  • Menangani database server secara khusus
  • Relatif lebih sederhana untuk di develop dan implementasikan
  • Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil
  • Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis) dalam sistem client/server sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database
Server database menangani : 

  • Manajemen data
  • Keamanan
  • Query, trigger, prosedur tersimpan
  • Penanganan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke komputer client. ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. dengan client/server user dari berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. namun masih terdapat kelemahan pada model ini, selain menjalankan tugas-tugas tertentu.


Kekurangan dari model Client/Sever :
  • Kekurangan skalabilitas
  • Koneksi database dijaga
  • Tidak ada keterbaharuan kode
  • Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi skala kecil 
  • Susah di amankan
  • Lebih mahal
Lingkungan Database Client/Server di internet :
  • Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
  • Masing-masing PC memiliki penyimpanan tersendiri
  • Berbagi hardware atau software
  • Model-model Client Server
 
 
Komponen dasar Client Server
Pada dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu : 
  • Client
  • Middleware
  • Server
Gabungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:




Arsitektur File Server 
  • Model pertama client/server
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
  • Satu atau beberapa server terhubung dalam jaringan
  • Server bertindak sebagai file server
  • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan client mengakses file tersebut
  • Setiap client dilengkapi DBMS tersendiri
  • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
  • Aktivitas pada client
  • Meminta data
  • Meminta penguncian data
  • Tanggapan dari client
  • Memberikan data
  • Mengunci data dan memberikan statusnya
 
Batasan File Server 
  • Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke client melalui jaringan
  • Setiap client harus memasang DBMS sehingga mengurangi memory
  • Client harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus
  • Salinan DBMS pada setiap client harus menjaga integritas database yang dipakai secara besama-sama = tanggung jawab diserahkan kepada programmer
Arsitektur Database Server

  • Client bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencangkup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis)
  • Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan dan pemrosesan database
  • Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
  • Beban jaringan menjadi berkurang
  • Otentikasi pemakai, pemeriksa integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
  • Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture
 



Kesimpulan :
    Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Server bertugas memberikan pelayanan ke terminal yang terhubung dalam sistem jaringan yang sering disebut dengan Client. Client server tidak diperuntukkan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas, dan Client bertugas untuk mengirimkan permintaan ke server, menunggu proses dan melihat hasil visualisasi hasil prosesnya.



    Sumber :
   
  

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar